TANJUNG JABUNG TIMUR, Brantasnew.com. 11 Januari 2026 – Ratusan nelayan di Desa Air Hitam Laut, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, terpaksa menyandarkan kapal mereka di dermaga.
Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang terjadi sejak beberapa pekan terakhir membuat aktivitas melaut terhenti total.
Kondisi ini memicu kekhawatiran besar di tengah masyarakat, mengingat mayoritas penduduk desa menggantungkan hidup sepenuhnya dari hasil laut.Tanpa solar, para nelayan tidak memiliki cara untuk mengoperasikan mesin kapal mereka, yang berujung pada hilangnya mata pencaharian harian.
Perwakilan masyarakat Desa Air Hitam Laut menyatakan bahwa ketersediaan solar di wilayah mereka mendadak sulit didapat, sementara di daerah lain pasokan terlihat normal. Kondisi ini menimbulkan kecurigaan adanya ketidakberesan dalam distribusi di tingkat bawah.
Masyarakat meminta dengan sangat kepada dinas terkait dan pihak berwenang untuk segera turun ke lapangan. Tolong cek apa masalah sebenarnya. Minggu (11/1/2026).
Masyarakat menghimbau agar pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta pihak Pertamina melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke jalur pendistribusian BBM di wilayah Sadu. Penertiban dianggap mendesak agar pasokan solar kembali stabil dan tepat sasaran bagi nelayan kecil.
“Jika masalah ini dibiarkan berlarut, ekonomi desa akan mati. Kami hanya ingin kepastian agar bisa kembali melaut dan menafkahi keluarga,” tambahnya.
Masyarakat Desa Air Hitam Laut berharap laporan ini segera mendapat respons cepat dari pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur guna mencegah konflik sosial dan keterpurukan ekonomi yang lebih dalam bagi warga pesisir.
(BBG)

















